Kamis, 26 Oktober 2017

Selamat Jalan Guru Kami, Ust.KH Umung Anwar Sanusi,LC

Selamat jalan guru kami... Bismillah Jenazah guru kami , guru kita masih dishalatkan saat saya menulis ini. KH ust Umung Anwar Sanusi,LC. Allah yarham.. beliau wafat menghadap ilahi Rabbi pukul 3.00 pagi ini Jumat .7 shafar 1439 h. Berduyun orang masih berdatangan.bertakziyah.menyolatkan almarhum. Ust Umung ulama kaliber dunia. Udah dakwah kemana-mana. Amerika, India, Australia dll. Beliau pernah menjadi wakil rakyat, di DPR periode tahun 2004-2009. Dakwah yang tak kenal henti.sampai akhir hayatnya beliau masih mengajari kita, masih mengajari kami, murid-murid nya, rekan sejawat nya,keluarga besar nya yang tersebar. Ilmu yang disampaikan kan tak akan lekang dimakan waktu, karena yang disampaikan adalah ajaran-ajaran Rasulullah saw. Ajaran ilahi Rabbi Allah Robbul aalamiin.Allah yang maha kuasa. Allah SWT yang memanggil nya kembali tadi pagi ini. Kami,kita dan orang-orang yang mengasihinya yang berduka. Allaahummaghfirlahu warhamhu waafi WA Fu Anhu.... Allahumma sholli Alaa Muhammad, WA Alaa aalihi WA shohbihi ajma Iin.. WA alaa ummatih.. Saya termasuk murid beliau. insyaallah. Bertekad mengikuti ajaran nya.nasehat nasehatnya. Ajaran Islam yang sempurna. Ajaran rahmatan Lil aalamiin. Buka Al-Quran.buka hadist hadist soheh. Itu yang beliau ajarkan. Beliau meluruskan hidup kami yang banyak menyimpang. Kadang menyeleweng. Beliau coba meluruskan hidup kami. Saya seperti kehilangan sosok panutan hidup saat ini. Jadilah Rosul Saw tetap panutan abadi kita. Ulama-ulama Soleh panutan kami. Semoga Ust Umung termasuk ulama panutan kami. Belajarlah dari ulama-ulama Sholeh yang panutan nya adalah Rosul Saw.ikuti ajaran-ajaran mereka.ikuti arahan arahan mereka.tentang hidup di dunia.tentang kehidupan setelah mati.tentang akhirat. Bersatulah wahai ulama-ulama.ulama ulama panutan kami di Indonesia.kami ingin hidup tentram dalam naungan Allah SWT. Naungan ajaran Wahyu yg diberikan kepada Rosul Saw. Aturlah umat Rosul Saw ini.agar benar hidupnya. Selamat jalan guru, orang tua kami, ustadz.semoga engkau syahid.. aamiin.. www.tedigumelaran.blogspot.com

Kamis, 28 September 2017

Mendaki Gunung Salak 2211 mdpl ; MAI dan ACA

Saya naik Gunung Salak sama Sujay, Diki, Alfian, Yudis, Miftah, Duro,Ifal, Bu Iren dan Devi, Rosita Dewi, Anink, Diyah, Bu Iis dan Via. Maha Suci Allah, keren banget jalur naik dan turun Gunung Salak itu. Kemarin kami naik lewat Cimelati dan turun lewat Cidahu, oh iya, kami ditemani pula oleh guide lokal yaitu Kang Dean_kadang kami memanggilnya Kang Rambo, dan dodok. Trek jalur salak membuat kangen kata Kang Rambo. Tingkat kesabaran yang tinggi sangat dibutuhkan untuk sampai ke puncak salak 1, Puncak Manik. Betapa tidak, jalur yang kami lalui begitu sulit. Nanjak terus, kadang kemiringan sampai 900. Ketika kami naik, kami kehujanan selepas pos 4, target sampai puncak jam 5 sore tak tercapai. Puncak Manik makin sulit dicapai karena kondisi yang gelap malam, hujan, lumpur … Maha Suci Allah… tekad sudah kuat, kami harus sampai puncak apapun yang terjadi, walau sahabat kami, Ifal, harus turun lagi setelah pos 3, karena kram kaki yang cukup parah. Diki dan dodok yang mengantarnya turun sampai pos 1 kembali. Dibawa riang aja perjalanan nanjak lewat Cimelati itu kemarin, becanda-becanda, joke-joke ringan.. eh sampai juga ke puncak. Maha Suci Allah saya dapat pelajaran dari naik Gunung Salak itu. Bagaimana kita seharusnya menghargai hidup. Menghargai hidup yang Allah beri. Allah sudah memberi kesempatan hidup pada kita, semoga kita mengisinya dengan berbagai kebaikan yang bermanfaat. Begitu terjalnya ketika kita turun lewat Cidahu itu. Ada bagian dimana saya harus benar-benar jalan merayap melewati celah-celah diantara jurang dikanan dan dikiri. Meleng sedikit, terjatuhlah saya ke jurang. Maha Suci Allah. Kurang lebih 5 tempat kami harus turun dengan tali webbing dengan ketinggian kurang lebih 10 meter dengan kemiringan hampir 900. Maha Suci Allah kami dapat melaluinya. Jalanan becek berlumpur harus kami hadapi ketika turun lewat Cidahu itu. Melewati rawa, dua kali, setinggi betis. Maha Suci Allah kami melewatinya. Hujan turun deras kurang lebih 2 jam ketika kami turun itu. Maha Suci Allah kami melewatinya. Maha Suci Allah yang sudah memperjalankan kami hingga puncak salak 1. Persahabatan dan kerjasama luar biasa dengan kalian team MAI dan ACA. Muslim Adventure Indonesia dan Akhwat Community Adventure. Maha Suci Allah, jangan dikira gampang naik gunung salak ini, treknya cukup menantang, bikin kangen kata Kang Dean lagi. Never give up.. Allah yang membuat kita bisa sampai puncak manik itu. Kami mulai sampai puncak bertahap mulai kira-kira jam 9 malam minggu itu. Penat, lelah jiwa terasa banget malam itu. Langsung dirikan tenda, bikin air panas, kopi, susu, wedang jahe, mie rebus, terasa nikmat Alhamdulillah.. Segala Puji bagi Allah…itu akhwat2 tangguh semua…muncak semua, 5 tenda kami dirikan di puncak itu. Paginya masak-masak ngobrol ngalor ngidul, becanda, ketemu pendaki lain, makan, ngopi lagi, minum jahe susu lagi, aktivitas pribadi, baca qur’an_ ini yang terpenting. Ciri khas komunitas MAI, baca qur’an di puncak gunung.. warbiasa_ saya baca qur’an dalem tenda aja. Kabut dingin pagi itu. Matahari masih malu-malu bersinar menyapa kami. Padahal tadi malam bintang-bintang bertaburan indah menyambut kami di puncak itu. Dingin bro & sis. Tapi alhamdulillah tidur nyenyak aku malam itu. Bareng Sujay, Diki dan Alfian dalam satu tenda. Sleep well, dream nice, so fresh dalam pelukan semesta malam itu. I feel free yang sebenar-benarnya .. sebenernya sejak naik pick up dari Sukabumi itu udah terasa bener I feel free nya itu.. bebas dari kepenatan urusan hidup yang menyesakkan batin, menghimpit otak, menyiksa raga, jadi deh saya kepengen banget naik gunung kemarin itu. Udah banyak titik jenuh saat itu, saatnya me-refresh segala komponen akal rasa dan jasad. Harus di-refresh lagi dengan naik gunung. ‘moga sehat’ kata ibuku yang lagi di tanah suci Mekkah.. enjoy this travelling.. Aaah begitu menyenangkannya berada diantara belukar, lumpur basah, hujan deras, hutan rimba alam liar menyatu dengan alam, bersujud diatas tanahnya, memohon perlindungan Allah, Tuhan Semesta Alam, semoga melindungi, memberkahi hidup kami, membimbing hidup kami, mengampuni kami, menyehatkan kami, menaikkan derajat kami hingga ke syurga-Nya kelak, memaafkan banyak khilaf kami, merahmati hidup kami, menunjuki kami ke jalan yang lurus, bukan jalan yang dimurkai dan bukan jalan yang sesat, aamiin… Diperjalanan naik lewat Cimelati itu, saya teringat perjuangan muslim Rohingya yang terusir dari tanahnya. Perjalanan kami belum seberapa, dibanding perihnya saudara muslim kami keluar dari tanahnya, keluar dari Myanmar menuju Bangladesh, berjalan berhari-hari menahan lapar,.. Maha Suci Allah Lindungi kami wahai Allah Tuhan Semesta Alam. Lindungi kami, lindungi saudara-saudara muslim kami yang teraniaya di belahan bumi lain… di belahan bumi yang Engkau berkati Maha Besar Allah. Tiada Tuhan Selain Allah Kami meminta ampun atas segala kelalaian kami dari mengingati-Mu, dari kemaksiatan kepada-Mu. Tiada daya dan upaya selain dengan pertolongan Allah… Kami sampai kembali turun di pos terakhir Cidahu kurang lebih jam 19.30 malam senin itu. Ngopi-ngopi lagi, makan nasi, makan mie, cemilan, ngobrol-ngobrol lagi, becanda-becanda lagi. Ada yang ngasih Devi permen relaxa tulisan ‘I like you’.. duh siapa sih itu… racun banget heheh… Miss you all bro & sis. May Allah gathers us again in His jannah.. aamiin…

Kamis, 12 Januari 2017

JUALAN SOMAY IKAN SAKANA

Nama Produk : Somay Ikan Sakana Isi per bungkus : 18 – 19 pcs Berat : 500 Gram Merk : Sakana Pemesanan sampai jum'at, 13 Januari 2017,Harga : Rp. 22.500,- . Normal Rp.23.500,- . Call / SMS / WhatsApp : 081324021952 READY STOCK – PENGIRIMAN SETIAP HARI!! DALAM KOTA BANJAR : GRATIS ONGKIR SOMAY IKAN SAKANA Komposisi : ► Ikan kakap ► Tapioka ► Gula ► Garam ► Kulit pangsit ► Bumbu dan rempah-rempah ► Sayuran ► Lada Deskripsi : Somay ikan dari sakana merupakan makanan yang berbahan dasar ikan Surimi atau Kakap. Somay namanya yg sudah tidak asing ini dapat dikonsumsi dengan cara digoreng atau dikukus lalu dengan dicampuri Saos & mayonaise atau dengan bumbu lainnya seperti bumbu kacang, sambal terasi atau sambel kecap tentu akan membuat Rasa Somai menjadi lebih enak dan tidak membosankan. Pembelian : Call / SMS / WhatsApp : 081324021952

Minggu, 27 November 2016

Indonesia, Harapan Itu Masih Ada (Aksi 212)

Harapan umat Muhammad SAW di negeri yang bernama Indonesia, untuk bangkit bergerak mengelola kepentingannya sendiri bersama-sama dengan potensi umat Islam yang dimilikinya sendiri.. Laa haula wa laa quwwata illa billah Al-Aliyyi Al-Adziim… Yakinlah, kita didukung oleh Allah SWT. Allah SWT yang ingin melihat Islam bangkit menguasai peradaban kembali. Di Indonesia harapan itu mulai dibangkitkan. Tanggal 2 Desember 2016 seperti moment untuk kembalinya kita bergerak, memunculkan kekuatan potensi umat, kita –umat Islam- udah banyak mengalah selama ini, udah banyak dikalahkan, udah banyak dibodohi oleh para musuh Islam yang melawan Tuhan, yang menentang Tuhan. Kita bergerak, dibelakang kita adalah Allah SWT, Tuhan penguasa alam. .. Laa haula wa laa quwwata illa billah Al-Aliyyi Al-Adziim… Kita melawan keyakinan yang salah, kita betulkan keyakinan yang keliru, kita luruskan hukum yang bengkok, untuk kenyamanan hidup kita di dunia, untuk kenyamanan hidup kita di akhirat nanti, untuk anak cucu kita nanti. Kumandangkan adzan, dirikan shalat, tuntutlah ilmu, ilmu yang mengantarkan ketaatan kepada Allah ..

Kamis, 24 November 2016

Cerita Mendaki Gunung Slamet 3428 mdpl. Bersama Komunitas Muslim Adventure Indonesia (MAI).19-20 Nopember 2016

Oleh: Tedi Gumelar, Abdul Malik Ibrahim dan Evan Walker (Anggota Komunitas MAI) Yang penulis ingat ada Pak Bayyin, Pak Yudi, Pakde Qohar, Pak Muhadi, Pak Didit, Cak Dany, Cak Ipang, Sujay, Pak Havid, Izzuddin, Adam, Ibnu, Mas Irsyad, Ustadz Anif, Kamal, Mas Samsu dan adiknya, Bang Akbar, Diki, Akh Affan Aulia, Anaknya Pak Muhadi; Dio dan Nanda, Akh Nur Rochman, Teman-temannya Sujay di RZ, Royyan, Bang Yusuf, Teman dari Bojonegoro yang baru pertama kali naik gunung,.. Tuhan mempertemukan kami pada 19-20 Nopember 2016, pada pendakian Gunung Slamet 3428 mdpl yang terletak di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Kami mendaki dari basecamp Bambangan, Desa terakhir di kaki Gunung Slamet. Kami terkumpul dalam Komunitas Muslim Adventure Indonesia (MAI). [Penulis tidak mengetahui siapa ketuanya, yang pasti, ketua dewan syuro yaitu Cak Ipang]. Berasal dari berbagai latar belakang usia, profesi, kota dll. Ada yang masih kelas 2 SMA sampai usia 50 tahunan lebih. Ada yang karyawan, pegawai, guru, pengusaha, pedagang, relawan, dokter, ahli IT, tukang sapu dll terkumpul dalam wadah MAI ini. Ada yang dari Jakarta, Depok, Bekasi, Bandung, Tasik, Banjar, Surabaya, Bojonegara, Lamongan, Bali, Sulawesi dll ketemu kemarin itu di basecamp Desa Bambangan Kabupaten Purbalingga. Alhamdulillah berkumpul diawali dengan perkenalan masing-masing personil di depan Pondok Pemuda tsb. Dipandu Cak Dany dan Bang Akbar. Mulai berjalan kurang lebih pukul 10.30 siang itu tanggal 19 Nopember 2016. Hari Sabtu. Cuaca cerah. Alhamdulillah. Setelah sore kemarin Penulis datang di basecamp Bambangan dalam kondisi basah kuyup kehujanan naik ojek dari pertigaan Serayu. Penulis sampai di pertigaan Serayu setelah dua kali ganti bis dari Kota Banjar. Bis pertama tujuan Purwokerto, lanjut bis kedua tujuan Pemalang. [sebenarnya ada bis langsung jurusan Bandung-Bobotsari, tetapi saat itu Penulis belum mengetahuinya]. Bermalam semalam di basecamp Bambangan. Malamnya terdengar ribut suara menanyakan Cak Dany di tempat pendaftaran. Penulis kira Cak Dany ada disitu. Setelah keluar dari pondok basecamp, ternyata Pak Bayyin, Pakde Qohar dkk. Alhamdulillah bertemu mereka untuk pertama kalinya dan terasa punya kawan dekat. Pagi harinya, berdatangan rekan-rekan dari Jakarta, Bekasi, Depok dll. Senang bisa berkumpul lagi sama Odoj Adventure Indonesia (OAI) –cikal bakal MAI- alumni pendakian Gunung Semeru pada Agustus 2014 lalu. Pendakian perdana komunitas ini kali itu. Ada Ustadz Anif, Pak Havid, Cak Dany, Cak Ipang, Sujay, Kamal, Nur Rochman, Izzuddin, dll [Miss them all] Tenda milik Penulis, Izzuddin yang bawain akhirnya, syukron jiddan ya Izzuddin, ransel jadi lebih ringan hehe.. [Tapi tukeran, Penulis yang bawa kerupuk, asyik. Sepanjang jalan sampai pos 1 banyak yang pengen kerupuk ] Jalur pendakian Gunung Slamet nanjak terus, lumayan, sampai di Pos 9. Sampai puncak, pastinya nanjak terus. Perjalanan diawali melewati perkebunan sayur mayur milik penduduk lokal. Bawang daun, wortel, kentang dll. Sejuk terasa udara. Setelahnya jalur pendakian memasuki belantara hutan Gunung Slamet, begitu terus sampai pos 9, batas vegetasi terakhir. Setelahnya adalah bebatuan dan pasir. Tetapi tidak seekstrim di Gunung Semeru. Terasa nikmat ketika beristirahat di Pos 2. Tidur memandang langit dalam pelukan belantara hutan hujan tropis, menembus celah-celah pepohonan memandang langit, begitu damai, tenang, tentram, jauh dari hiruk pikuk urusan hidup sehari-hari yang penuh kepenatan. Berjalan menuju puncak gunung mengajarkan banyak hal kejujuran yang asli tidak ada kepura-puraan, saling tolong menolong [ya iyalah, wong kita lagi di gunung. Mau baik sama siapa lagi selain sesama teman pendaki] saling menyapa, terasa bersih hati, plong fikir, segar jasad dengan keringat yang keluar, sehat rohani mengingat kebesaran Tuhan, yang menyediakan segalanya di muka bumi untuk fasilitas hidup manusia di permukaan bumi. Banyak pelajaran didapat. Untuk mencapai keberhasilan kita harus saling membantu, buang kesombongan yang menyakitkan itu, buang keangkuhan, leburlah bersama alam bersama kawan. Hina diri dihadapan Tuhan. Kami mendirikan tenda di Pos 5, kurang lebih hampir maghrib saat itu. Kurang lebih 9 tenda komonitas kami disamping berbagai kelompok. Penulis satu tenda bersama Huzaifah Ibnu Yaman, kelas 3 SMAN 7 Cibubur yang cekatan, dan Kamal Mahmud Ash-Shawaf teman satu tenda juga ketika pendakian awal ke Semeru. Saat itu di Pos 5 kami beristirahat, sholat, makan dll hingga pukul 02.00 dini hari kami bersiap bangun untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Slamet. Pak Yudi menjadi petunjuk jalan saat itu. [Beliau pernah mendaki Gn. Slamet tahun 1986]. Penulis shalat Subuh di Pos 9. Terasa sekali emosi membuncah. Perjalanan ini semoga diridhoi Allah SWT. Langit, bulan, bintang-bintang, menyinari jalanan kami, cerah malam itu. Hujan yang dikhawatirkan turun, tidak terjadi. Alhamdulillah rombongan pertama kali tiba di puncak Gn. Slamet kurleb pada pukul 05.00 pagi itu. Baca qur’an di puncak gunung,[harusnya nanti kalo ada di puncak gunung lagi, harus ada yang taushiah kayanya dech], foto-foto,selfi dll khas anak muda [lho ya berjiwa muda]. Terlihat Pakde Qohar khusyu baca Qur’an. Ustadz Anif, Izzuddin, Nur Rochman, Bang Akbar dll. Inget kebesaran Allah. Kecil manusia dihadapan-Nya. Di luasnya bentangan alam yang hijau, indah, disekitaran awan-awan putih. Lebur ego diri dalam noktah kecil, kecil sekali dalam Agungnya Tuhan Semesta Alam. Keindahan yang luar biasa ini. Maha Suci Engkau Tuhan. Ampuni kami hamba yang hina, bersujud kami di puncak gunung meyakini Maha Agungnya Engkau, Maha Kuasanya Engkau, Maha Berkehendaknya Engkau, Maha Pemurahnya Engkau, Maha Penyayangnya Engkau terhadap makhluk. Kami turun kembali beristirahat di Pos 5. Siang kurang lebih pukul 11.00 kami mulai turun ke basecamp Bambangan, hingga malam kurleb pukul 20.00 terakhir personil MAI berkumpul kembali. Penulis sampai kembali di Kota Banjar kurleb pada puku 02.00 dini hari. Alhamdulillah.. Budal slamet Mulih slamet Gunung Slamet

Kamis, 17 November 2016

Mengelola Persatuan. Manajemen Sumberdaya Umat; Belajar dari kasus penistaan agama Oleh:Abdul Malik Ibrahim

Umat islam terlihat kompak, bersatu padu, turun ke jalan. Kelihatan sekali kesatuannya ketika ada musuh bersama. Bagaimana mengelola sumberdaya kesatuan umat islam di Indonesia ini? Tentu harus kita upayakan bersama-sama. Alangkah indahnya bila kesatuan umat islam di indonesaia ini bisa terwujud. Indah.indah sekali. Islam agama yang indah. Kita umat islam saling mempercayai satu sama lain, kita umat islam saling menolong satu sama lain,kita umat islam saling membantu satu sama lain, dalam hal politik, dalam hal ekonomi, dalam hal social. Kasus penistaan agama yang sedang kita hadapi saat ini, adalah sebuah usaha kecil yang ingin menghancurkan tatanan kebangkitan islam di Indonesia. Sebuah usaha kecil yang didukung oleh berbagai fihak pemilik modal yang ingin melihat tatanan kebangkitan islam di Indonesia semakin amburadul. Hampir goal usaha kecil tersebut. Penulis berharap para pemegang kebijakan negeri ini yang beragama islam bias menyadari hal ini. Banyaknya musuh-musuh islam di Indonesia yang ingin memperoleh keuntungan dengan melimpahnya sumberdaya di Indonesia. Panglima tni Bapak Jendral Gatot Nur, sudah memaparkan hal ini di suatu acara di televise. Potensi terbesar sumberdaya Indonesia ialah SDM-nya yang beragama islam. Tersebar dalam berbagai organisasi; nu,muhammadiyah, persis dll. Tersebar dalam berbagai partai; golkar,pks,p3,pan,pkb dll. Potensi sumberdaya umat islam inilah yang perlu dikelola secara matang. Islam nasionalis dan nasionalis islam. Harus ada yang betul-betul dijadikan motor bagi kesatuan umat islam di Indonesia ini. Mumpung masih hangat kasus penistaan agama ini. Penulis berfikir, mui saat ini bisa kita jadikan organisasi awal bagi kesatuan umat islam di Indonesia iini. Mui harus memiliki peran sebagai lokomotif kesatuan umat islam di Indonesia ini. Gerakan nasional pengawal fatwa majelis ulama Indonesia harus berstruktur yang jelas. Berkumpullah para ulama,jadikan momen kasus penistaan agama ini, menjadi titik tolak kebangkitan islam di Indonesia, umat sudah 100% percaya benar kepada ulama ini. Jangan sia-siakan kesatuan umat islam di Indonesia ini pada saat momen penistaan agama ini sedang hangat-hangatnya terjadi di Indonesia saat ini. Musuh-musuh islam terus bergerak, tak pernah berhenti menjegal,melawan,menghancurkan islam dan umat islam. Sedih melihat muslim Myanmar dibantai begitu sadis, sedih melihat bangsa palestina dihinakan begitu, sedih melihat bagaimana muslim bosnia dibantai ketika itu, sedih melihat bagaimana muslim di ambon saat itu, saat idul fitri dihabisi oleh musuh-musuh islam. Jangan lupakan hal-hal ini wahai ulama. Tak ingin bukan hal itu terjadi di Jakarta. Banyak muslim, banyak umat islam di Jakarta tak mengerti alur bagaimana bias kekejaman-kekejaman diatas bisa terjadi terhadap umat islam. Tentu hal ini harus kita cegah. Cegah sekuat tenaga.cegah sekuat usaha. Sadarlah wahai anda pemegang kebijakan terhadap nasib umat islam di Indonesia. Umat dengan sumberdaya manusia dan alamnya yang berlimpah kaya. Yang sekarang, dulu dan saat akan dating terus menjadi incaran musuh-musuh islam yang serakah,keji dan sewenang-wenang. Telah nyata kebencian keluar dari mulut mereka. Perbanyaklah dekat dengan Allah, karena kita meyakini Allah-lah penguasa alam, Allah-lah penguasa manusia, Allah-lah penguasa hidup manusia, Allah-lah yang akan mewariskan bumi kepada orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang dekat dengan Allah, orang-orang yang takutnya beneran hanya kepada Allah. Jadilah kita hamba-hamba Allah. Belajarlah kembali kepada islam yang sebenar. Mereka, musuh-musuh islam hendak berbuat makar, dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pembuat makar. Dekati terus Al-qur’an. Baca terus Al-qur’an. Gali terus isi kandungan Al-qur’an. Usaha terus untuk mengamalkan pesan-pesan Al-qur’an. Hingga Allah ridho kepada kita. Kesatuan umat islam di Indonesia dimulai dengan kesatuan para ulama panutan umat saat ini. Mui dalam hal ini berusahalah terus menyatukan umat. Duduklah bersama mui,nu,muhammadiyah,persis dll jangan hanya duduk ketika penentuan hilal ramadhan. Kelola umat. Kelola kesatua umat islam di Indonesia mumpung lagi hangat kasus penistaan agama ini, mumpung lagi hangat umat islam menghadapi kasus penistaan agama ini. Bina umat untuk menyadari sepenuhnya islam, bina umat untuk kesatuan sumberdaya manusia islam di Indonesia. Kelola dengan baik kondisi saat ini, mumpung lagi hangat. Duduk bersamalah din syamsudin,duduk bersamalah amin rais, duduk bersamalah didin hafidhuddin, duduk bersamalah bahtiar nasir, duduk bersamalah habib rizik, duduk bersamalah said aqil, duduk bersamalah ma’ruf amin, duduk bersamalah haedar nasir, duduk bersamalah Abdullah gymnastiar, duduk bersamalah arifin ilham, duduk bersamalah ali jabir, duduk bersamalah hidayat nur wahid, duduk bersamalah syarifudin, duduk bersamalah sohibul iman, duduk bersamalah nanti bersama Rasul SAW di syurga Menyatukan potensi sumberdaya umat islam di Indonesia mengelola kesatuan umat islam di Indonesia setelah kasus penistaan agama ini. Agar kita tidak jadi buih dilautan yang terombang-ambing dilautan. Muncullah kebangkitan umat islam di Indonesia ini. Ciptakan kemandirian umat islam. Penulis yakin umat islam bisa hidup dengan potensi sumberdaya alam Indonesia. ( go to hell with your aid). Berkumpulah ulama, berkumpulah ilmuwan islam, berkumpulan pemikir islam, berkumpulan dalam shaf yang teratur,rapih. Kebaikan yang terorganisir mengalahkan kebatilan yang terorganisir. Kebatilan saat ini sedang terang-terangan ditampakan. Bersatulah ulama, bersatulah ilmuwan islam, bersatulah umara muslim. Tak ingin ada Myanmar di Indonesia, tak ingin ada kasus ambon kembali terjadi. Sudah tampak nyata kebencian musuh-musuh islam itu. Sadarlah umat islam di Jakarta. Baru aja dia itu jadi gubernur dari hasil sebagai wakil aja sudah bertingkah, berucap sedemikian rupa terhadap umat islam dan islam. Belum jadi gubernur sungguhan, sudah habis perasaan ini terluka, sedih berair mata. Umat islam, menangislah kepada Allah. Adukan ini, kasus penistaan agama ini, kepada Allah. Allah pasti mendengar, Allah pasti membela kita. Biar manusia tak kuasa membungkam mulut penista agama, Allah akan membungkam mulutnya. Dekati Allah terus, Allah akan mendekat kita. Adukan terus kepada Allah, Allah akan dekat kepada orang yang berbuat baik. Allah baik, Allah baiknya sangat. Berprasangka baiklah kepada Allah. Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Mengelola persatuan. Manajemen sumberdaya umat islam di Indonesia menuju kesatuan adalah mengelola orang-orang yang dekat dengan Allah.

Rabu, 26 Oktober 2016

Dear Ulama Kami, (penistaan al-maidah:51)

Kami belajar Qur'an dari ulama. Ulama dihina karena Al-qur'an,kami merasa tersinggung.

Ulama diakui oleh Allah dalam Al-qur'an. Orang-orang yang paling takut kepada Allah adalah ulama.

Ulama. Orang-orang yang berilmu yang takutnya beneran kepada Allah.
Sampaikan terus.kebenaran Allah.Wahai ulama. Jangan takut ma manusia. Allah dibelakang kalian. Allah beking kalian.

Kami bela ulama.kami bela Al-qur'an. Kalam-kalam suci Allah.Tuhan Penguasa Alam. Kami lontarkan kebenaran kepada kebatilan. Dan kebatilan itu akan lenyap.

Bagi kami.penistaan Al-Maidah:51 adalah suatu kebatilan. Dan kebatilan itu akan lenyap. Allah berkuasa atas segalanya.

Belajar Islam dari ulama.ulama yang tau banget tentang Al-qur'an. Ulama yang takutnya hanya pada Allah. Bukan sekedar tau Al-qur'an.tapi takut pada Allah. Takut pada siksa Allah. Takut pada azab Allah. Takut pada siksa kubur. Takut pada jahanam.

Dear ulama. Tetaplah jadi ulama. Allah beking kalian.

Point notes. Ulama: 1. Orang yang berilmu 2.Takutnya sangat pada Allah.