Rabu, 26 Februari 2025

mungkin Masjid Al-Ukhuwah akan ngomong kaya gini :) :

Makasih yaa,

Udah sapuin sampah sampah dihalaman

Udah lap kaca jendela

Udah sikat, pel lantai masjid

Udah siram dinding

Udah pasang speker

Udah gosok lantai toilet

Udah pasang lampu

Udah pasang kanopi

Udah bawa makanan dan minuman

Udah londri mukena

Udah beli karpet baru

Udah kasih wangi wangian

Udah cuci terpal

Udah sapu lantai

Udah perbaiki kapstok

Udah sedot debu di karpet

Udah kuras toren

Udah pasang konblok

Udah perbaiki kipas angin

Udah jemur keset

Udah cabut rumput

Udah perbaiki sound system

Udah pasang kipas angin baru

Udah perbaiki kran air

Udah perbaiki lampu wc 

Udah bersihin gudang

Udah pasang fiber

Udah sanctify My House

Udah berbuat banyak hal baik untuk masjid

Fataqobbal minnaa

Terimalah ibadah kami

Shollu alannabii

Allahumma sholli wa sallim wa baarik alaih 


Www.tedigumelaran.blogspot.com

Selasa, 04 Februari 2025

Kekejaman di Luar Nalar: Tragedi di Palestina

 Pendahuluan

Konflik yang berkepanjangan di Palestina telah menjadi sorotan dunia selama puluhan tahun. Kekejaman yang diperlihatkan oleh Zionis terhadap rakyat Palestina telah melampaui batas kemanusiaan. Tanah yang diberkahi oleh Allah SWT itu kini menjadi saksi penderitaan ratusan ribu manusia yang dibantai dengan keji. Peristiwa-peristiwa tragis ini tidak hanya menjadi luka mendalam bagi rakyat Palestina, tetapi juga menjadi ujian luar biasa bagi umat Islam dan seluruh manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Terakhir, pimpinan Hamas, Asy-Syahid Ismail Haniya, menjadi korban kekejaman mereka. Pembunuhan ini menambah panjang daftar kejahatan perang yang dilakukan oleh Zionis terhadap rakyat Palestina. Tulisan ini merupakan opini pribadi berdasarkan kenyataan yang terjadi saat ini di bumi yang pernah menjadi tempat diutusnya para nabi oleh Allah SWT.
Sejarah Panjang Penjajahan dan Perampasan Tanah
Konflik antara Palestina dan Zionis berakar sejak awal abad ke-20 ketika gerakan Zionisme mulai mendorong pendirian negara Israel di tanah Palestina. Dengan dukungan dari kekuatan-kekuatan besar dunia, terutama setelah Perang Dunia II, wilayah Palestina secara sistematis direbut melalui berbagai cara, termasuk kekerasan dan pengusiran paksa.
Pada tahun 1948, Nakba (bencana) terjadi ketika lebih dari 750.000 warga Palestina diusir dari tanah mereka, rumah-rumah dihancurkan, dan desa-desa mereka diluluhlantakkan. Sejak saat itu, Israel terus memperluas pendudukannya dengan mendirikan pemukiman ilegal di Tepi Barat dan melakukan blokade ketat terhadap Gaza, menciptakan penderitaan yang tak berkesudahan bagi rakyat Palestina.
Genosida dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Kekejaman yang terjadi di Palestina bukan sekadar konflik biasa, tetapi sudah mencapai tingkat kejahatan terhadap kemanusiaan. Serangan udara tanpa pandang bulu telah menghancurkan rumah-rumah, sekolah, rumah sakit, serta tempat ibadah. Ribuan nyawa tak berdosa, termasuk anak-anak dan wanita, telah melayang akibat serangan brutal yang dilakukan oleh Zionis.
Organisasi internasional seperti PBB dan Amnesty International telah berulang kali mengutuk tindakan ini. Namun, hingga saat ini, dunia tampak belum mampu menghentikan kekejaman yang terus berlangsung. Blokade terhadap Gaza telah menyebabkan kelangkaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya, membuat kehidupan semakin sulit bagi warga Palestina yang bertahan.
Perlawanan Rakyat Palestina
Di tengah penderitaan yang tiada akhir, rakyat Palestina terus menunjukkan ketabahan dan perlawanan. Mereka tidak tinggal diam terhadap penjajahan yang mereka alami selama puluhan tahun. Dari Intifada pertama pada tahun 1987 hingga perlawanan saat ini, semangat perjuangan mereka tidak pernah padam.
Perlawanan Palestina bukan hanya melalui perjuangan bersenjata, tetapi juga melalui diplomasi dan perlawanan sipil. Banyak aktivis, jurnalis, dan pemimpin Palestina yang terus menyuarakan ketidakadilan yang mereka alami di berbagai forum internasional. Namun, banyak dari mereka yang akhirnya menjadi korban represi dan pembunuhan terencana oleh Zionis.
Media Sosial dan Kesadaran Global
Di era digital ini, kekejaman yang dilakukan oleh Zionis semakin sulit untuk disembunyikan. Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan dengan jelas bagaimana rakyat Palestina diperlakukan dengan keji. Dunia kini bisa menyaksikan secara langsung penderitaan yang mereka alami, meskipun propaganda media arus utama sering kali berusaha memutarbalikkan fakta.
Banyak aktivis dan masyarakat dunia yang bersolidaritas dengan Palestina, mengadakan demonstrasi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran global. Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap Israel semakin gencar dilakukan oleh berbagai negara sebagai bentuk protes terhadap kebijakan apartheid yang diterapkan oleh Zionis terhadap rakyat Palestina.
Kesimpulan
Tragedi di Palestina adalah salah satu kejahatan kemanusiaan terbesar di era modern. Kekejaman yang dilakukan oleh Zionis bukan sekadar konflik regional, melainkan perampasan hak hidup sebuah bangsa. Dunia memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan kejahatan ini dan memperjuangkan hak rakyat Palestina untuk merdeka dan hidup dalam kedamaian.
Sebagai umat Islam dan manusia yang menjunjung tinggi keadilan, kita tidak boleh diam terhadap ketidakadilan ini. Dukungan dalam berbagai bentuk, baik melalui doa, sumbangan, maupun penyebaran informasi yang benar, adalah langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Semoga Allah SWT memberikan kemenangan dan ketabahan bagi mereka yang tertindas. Amin.

Rabu, 29 Januari 2025

Langkah, Rindu dan Perjalanan yang Tak Usai

 

Gunung selalu punya cara untuk memanggil kembali orang-orang yang pernah mendakinya. Entah kenapa, belakangan ini aku begitu ingin bertemu kembali dengan teman-teman pendakian Semeru tahun 2014. Mungkin ada sesuatu yang membuat perasaan ini muncul.

Aku masih ingat betapa serunya perjalanan itu. Teman-teman yang saling membersamai dalam satu tujuan, saling menyemangati, saling melindungi, dan tentu saja, saling bercanda. Itulah yang membuat perjalanan mendaki gunung tidak hanya sekadar mencapai puncak, tapi lebih kepada menikmati prosesnya bersama orang-orang yang sefrekuensi. Hobi ini memang seperti candu, tidak akan pernah ada habisnya. Aku masih menyimpan tenda, sleeping bag, dan perlengkapan lainnya. Gunung masih tetap ada di tempatnya, tetapi kenangan mendaki bersama mereka, itu yang tidak akan pernah hilang.

Aku pernah bertemu lagi dengan Cak Dany pada tahun 2018 saat kami berpapasan di jalur pendakian Semeru. Waktu itu, meskipun hanya sebentar, perasaan nostalgia langsung menyeruak. Rasanya seperti kembali ke tahun 2014, ketika kami pertama kali mendaki bersama.

Beberapa waktu lalu, aku begitu ingin bertemu mereka lagi. Mungkin karena rindu suasana kebersamaan itu. Kebetulan, Pak Dewan memposting foto di grup alumni Semeru 2014 bahwa mereka sedang dalam perjalanan ke Jakarta untuk menghadiri Mubes ODOJ 3. Saat itu aku baru saja membuka jahitan pascaoperasi pada hari Sabtu, dan sempat merasa khawatir jika luka ini bermasalah. Namun, keinginan untuk bertemu mereka lebih besar. Kamal merespons ajakan di grup dan mengajak untuk ngopi di Elits Café Gambir, sebuah kafe milik warga Gaza di Indonesia. Pak Kunt juga merespons dan ingin bertemu dengan Cak Dany dan Pak Dewan. Akhirnya, kami sepakati untuk bertemu di sana.

Kamal tidak bisa jadi bertemu di kafe, akhirnya kami bertemu di sekretariat ODOJ di Pasar Minggu. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa bertemu mereka. Pertemuan itu penuh canda tawa, obrolan panjang, dan nostalgia yang menghangatkan hati

Ini adalah kali kedua aku ke sekretariat ODOJ. Bertemu dengan banyak teman-teman ODOJ dari berbagai daerah, termasuk dari DPA Jateng dan DPA Ciamis, membuat suasana semakin akrab. Aku merasa senang bisa berada di tengah komunitas ini lagi.

Sekitar pukul 17.00, Cak Dany dan Pak Dewan pamit untuk kembali ke Surabaya. Aku pun kembali ke Serang, naik KRL lalu menyambung dengan kereta lokal Rangkas-Merak. Dalam perjalanan pulang, aku masih terbawa euforia pertemuan tadi. Rasanya seperti kembali ke masa-masa pendakian, saat kami saling membantu, bercanda, dan menikmati setiap langkah perjalanan.

Rasanya ingin mendaki Semeru lagi. Entah bersama siapa kali ini. Cak Ipang, Dokter Irsyad, Sujay, Alfian, Rodi, dan lainnya? Tapi kini, batas pendakian hanya sampai Ranu Kumbolo. Mahameru belum bisa didaki lagi. Lalu, apa sebenarnya yang dicari dari mendaki gunung? Di puncaknya hanya ada hamparan pasir. Capek? Jelas. Keluar uang? Iya. Letih? Pasti. Lalu, kenapa tetap ingin naik gunung?

Mungkin karena perjalanan itulah yang kita rindukan. Kebersamaan dengan teman-teman pendakian. Momen ketika kita saling menjaga, saling menguatkan, dan berbagi tawa di tengah dinginnya alam. Mungkin itulah pelajaran terbesar dari mendaki gunung: bahwa dalam hidup, kita harus saling membantu dan menolong.

Lalu, apa selanjutnya? Ya, jalani saja dengan sabar. Banyak hal dalam hidup yang tidak kita mengerti. Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah. Ketika ada kesulitan, bersabarlah. Terima kasih Tuhan, untuk perjalanan ini dan untuk teman-teman yang selalu ada.

www.tedigumelaran.blogspot.com

Sabtu, 25 Januari 2025

Pengalaman di RS Jannah Serang

 

Pengalamanku di RS Jannah ini benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Aku baru saja menjalani operasi untuk mengangkat tumor di dada. Operasi ini dilakukan oleh dr. Nano dan timnya. Hari ini, Sabtu, 25 Januari 2025, adalah momen di mana jahitan operasiku dibuka langsung oleh dr. Nano Isdiyanto, Sp.B. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Aku hanya bisa berdoa semoga kesehatanku selalu terjaga. Aamiin.

Momen ini mengingatkan aku pada dua minggu lalu, saat operasi pertama kali dilakukan. Mamah yang setia mengantarku waktu itu. Saat itu, Idho, anakku, baru saja selesai sunat. Syukurlah, dia cepat pulih. Tapi, meninggalkan Hassan dan Maryam bukan pilihan yang mudah. Semua anak membutuhkan perhatian, aku dan istri harus saling membantu.

RS Jannah ini terbilang baru, usianya baru sekitar satu tahun. Tapi aku merasa tempat ini akan berkembang pesat. Kebersihan dan kerapian rumah sakit ini menciptakan suasana yang nyaman. Para dokternya aktif menjelaskan kondisi pasien dengan sangat detail. Aku merasa sangat dihargai sebagai pasien.

Namun, momen paling berkesan adalah saat aku memasuki ruang operasi. Itu pertama kalinya aku masuk ruang operasi. Ada perasaan pasrah luar biasa. Aku tahu aku akan dibius total, dan pikiranku mulai memikirkan hal-hal yang aneh. "Apakah aku akan hidup kembali?" "Bagaimana jika aku tidak bangun?" Pikiran-pikiran seperti itu terus berputar di kepala.

Mamah setia menemaniku. Dia mengantar sampai ke pintu ruang operasi, menungguku di luar, dan tetap berada di sana sampai aku sadar sepenuhnya. Aku melihat bagaimana mamah menyeka wajahku dengan lembut, seperti saat aku masih kecil. Perhatian dan kasih sayangnya benar-benar tak tergantikan. Aku merasa seperti bayi lagi, disuapi, dirawat, bahkan ditemani saat aku belum bisa bergerak dengan bebas. Terima kasih banyak, Mamah. Semua ini tidak akan pernah cukup untuk membalas jasamu.

Di ruang operasi, ada sekitar lima orang yang aku lihat, meski aku tidak menghitungnya dengan pasti. Suasana dibuat santai. Mereka bercanda, mungkin untuk mengurangi ketegangan. Salah satu dari mereka bertanya, "Puasa ya, Pak? Senin Kamis?" Aku tersenyum kecil meski tetap tegang. Aku memang sudah berpuasa hampir tujuh jam sebelum operasi. Mereka memintaku naik ke tempat tidur operasi dan menggeser sedikit posisiku ke atas. Setelah itu, mereka mulai memasang alat di jari-jari tanganku.

Dokter anestesi mendekat dan dengan lembut berkata, "Baca Al-Fatihah, Pak, Ayat Kursi, dan sholawat." Kata-katanya itu menenangkan sekali. Aku memegang perut dan berdoa dalam hati. Setelah itu, aku tidak ingat apa-apa lagi. Ketika sadar, aku sudah berada di kamar perawatan.

Aku sangat ingin mengucapkan terima kasih kepada dokter anestesi itu. Kata-katanya yang mengingatkanku untuk berzikir sebelum "tidur panjang" sangat berarti bagiku. Aku tidak tahu siapa namanya, tapi aku ingin dia tahu betapa aku bersyukur atas itu. Mengingat Allah sebelum operasi adalah pengalaman yang begitu menenangkan dan membekas di hati. Aku jadi merenung, bagaimana akhir hidupku kelak? Jika bisa seperti itu, berzikir sebelum pergi, tentu sangat indah. Semoga kita semua diberikan kebiasaan baik selama hidup agar akhir hayat kita pun baik. Aamiin.

Aku juga tidak lupa berterima kasih kepada istriku yang luar biasa. Dia merawat lukaku dengan penuh kasih sayang, mengganti perban, memberiku makan, mencucikan bajuku, dan melakukan semuanya dengan sabar. Tidak ada yang bisa menandingi kebaikannya. Aku benar-benar bersyukur memiliki dia di hidupku.

Aku dirawat di ruang VIP rumah sakit ini. Sebenarnya, sesuai BPJS, aku seharusnya dirawat di kelas 1. Tapi karena kelas 1 penuh, aku ditempatkan di ruang VIP. Alhamdulillah, ruangan ini nyaman, dengan fasilitas seperti TV dan kulkas. Rasanya seperti berada di rumah sendiri.

Di sini, aku juga bertemu dengan seorang pasien bernama Pak Asep Mulyana. Beliau sempat menjengukku setelah operasiku selesai. Kami mengobrol panjang lebar, dan beliau memberikan banyak nasihat baik. Terima kasih, Pak Asep, atas kebaikan dan perhatiannya.

Tidak lupa, aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para perawat di ruang 203 VIP RS Jannah, terutama dr. Hodijah dan dr. Y. Hidayati di klinik jannah 2, serta para pegawai lainnya seperti petugas administrasi, cleaning service, satpam, dan tukang parkir. Semua bekerja dengan penuh dedikasi dan membuatku merasa nyaman selama di sini.

Pengalaman ini mengajarkanku banyak hal. Tentang bersyukur, tentang pentingnya keluarga, dan tentang ketenangan yang datang dari zikir. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantuku melalui proses ini. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Aamiin.

www.tedigumelaran.blogspot.com

 

 

 

Jumat, 20 Mei 2022

Baduy, Tawazun Tribe

 Baduy 14/15 Mei 2022

Dalam hidup banyak keseimbangan terjadi begitu saja, tanpa harus kita usahakan, kondisi seimbang sudah dibuat oleh Tuhan. Lalu kita ngapain? enjoy aja.   Nikmatin semua yang Tuhan beri ke kita.  Seperti 3 hari yang lalu, sepertinya aku harus jalan-jalan, dan Baduy jadi destinasinya.   Jam 7.30 WIB pagi, tanggal 14 Mei itu, aku sudah cao’ dari rumah.   Pesan go-jek.  Datang. Kurang lebih 15 menit kemudian Aku sudah di Stasiun Kereta Api Karangantu Serang.   Udah gatal tangan, ingin bikin status.  Entah di WA, FB atau IG tapi, satupun nggak aku buat status.  Aku ingin nikmatin perjalanan ini. Sebuah perjalanan menuju orang-orang yang ‘mewah’ hati dan jiwanya.  Dalam gambaran fikirku,  sudah tertanam sepertinya kemarin itu, sebelum OTW ke baduy,  dalam otakku, bahwa orang-orang baduy ini, ‘kaya’ banget hati dan jiwa mereka.   Entah mengapa, leluhur-leluhur mereka mengasingkan diri sedemikian rupa, jauh dari peradaban, mencari sesuatu hal yang hakiki mungkin sifatnya.  Kedamaian, ketenangan, jauh dari hiruk pikuk kepenatan kehidupan kita yang ramai.  Entahlah, aku nggak tahu.  Masih banyak sepertinya hal yang belum ku ketahui dari suku Baduy di Cibeo Lebak Banten ini.  

Pas jam 9.13 WIB saya tiba di Stasiun Kereta Api Rangkasbitung. Open trip kurang lebih 22 orang. Kami sudah bergabung di grup WA.  Satu persatu peserta Open trip konfirmasi kedatangan ke Om Morgan, guide kami saat trip ini.  Ibu-ibu, cewe-cewe, putri-putri, berangkat dari Stasiun Rangkas dalam satu mobil elf. Kami, bapak-bapak, cowo-cowo, 7 orang dalam satu angkot. Perjalanan dimulai  kurleb jam 9.45 menuju terminal Ciboleger.  Ternyata ramai saat itu, mungkin karena weekend yang tambah satu hari, jadi banyak wisatawan yang berlibur kesini.

Indah sekali kehidupan suku baduy ini rumah-rumah bilik kayu panggung tersusun rapih.. suasana alami terasa sekali menyelimuti hidup mereka. Damai, tentram, sungai-sungai yang airnya bersih jernih ada disekitar mereka. Aku jadi pengen nyebur di sungai itu, yang akhirnya kesampaian juga mandi di sungai, setelah sore, hampir jam 17.30, sesampainya di baduy dalam di Cibeo, dibelakang perkampungan mereka. Segar badan, setelah kurang lebih 5 jam perjalanan menuju kampung baduy dalam ini.  Alam yang indah terbentang, hutan hujan tropis masih alami disini..keringat keluar.. segar ke badan dan otak.


Jalan-jalan kali ini, aku sepertinya berada dalam kaum milenial. seperti Bale, Hendi, Kausar, Dinda Gita dll.. tapi kocak mereka itu.. berkali-kali aku pengen ketawa lepas..mendengar ungkapan-ungkapan mereka di perjalanan yang lumayan jauh melelahkan ini. Seperti yang kuingat ada kalimat..”kalo gw punya 9 nyawa, kayanya setengahnya udah ilang..” saking capenya mungkin udah mau mati kali ya hehe paece.

“patah kaki.. patah tangan”  dan ungkapan-ungkapan lainnya.  Mungkin kaum milenial lebih mudah mengungkapkan apa yang mereka rasakan.. aku sih pengen ketawa, tapi dalam hati aja walau kadang akhirnya lepas juga…ngga ketahan ketawa..

Lalu akhirnya aku juga becanda dikit-dikit. Seorang ibu anggota trip, paruh baya mengira saya teroris yang mau sembunyi di baduy.. aku ketawa lepas aja..bha ha ha.. tampilan wajahku sepertinya yang belum cukur jenggot dan jambangku …lagi belum sempet aja.. pas sepertinya kalo untuk hari jum’atnya tanggal 13 mei kemarin itu…aku diminta isi khutbah jum’at di perum puri cempaka serang. Khutbah jum’at pertama kalinya seumur hidup aku..

Saya menikmati cara suku baduy dalam menjaga alam yang sudah Tuhan beri, meraka patuh banget menurutku kepada Tuhan. Atas alam yang mereka terima..alam yang segar indah..pegunungan hijau, menjulang pohon tinggi, air sungai yang bersih, bening, kehidupan yang sederhana..manunggal mereka dengan alam raya, jauh dari kebisingan hidup duniawi, yang sepertinya tak pernah puas mengejar materi belaka.

Aku sempat bertanya ke Kang Jali, kemungkinan menginap dan tinggal beberapa hari di suku baduy dalam ini, tapi ngga bisa. Cukup satu malam aja, peraturannya begitu untuk tamu, kalo ingin tambah menginap harus di luar pemukiman mereka. Teguh mereka dengan aturan yang turun-temurun dijalankan.


Team kami pulang keesokan harinya, sekitar jam 08.00 sudah ijin keluar dari perkampungan merka, jalan terus sampe kurleb jam 13 siang sampai Cikuem, Desa Nagayati Leuwidamar.  Luar biasa anak-anak suku baduy dalam, fisik mereka kuat. Jarta, Naya, Jahira, anak-anak lelaki suku baduy dalam, seusia kurang lebih 10 tahunan pulang pergi menemani dan membantu kami.  Kang Jali, Kang Herman, Kang Sanip dan beberapa rekan meraka yang tak saya ketahui namanya sangat membantu perjalanan ini..hatur nuhun pisan akang-akang.  Senang bisa bertemu.

Saya cukup kaget, ketika tersadar dan melihat perkampungan mereka di goggle maps landscap, membentuk jejak telapak kaki kanan.  Ketika itu di Ciboleger di warung makan im3, Kang Jali menunjukan lokasi perkampungan baduy dalam, tempat tinggal mereka.  Lokasi baduy dalam tempat yang kami tuju dalam perjalanan kali ini.

Agak kaget juga, Kang Jali bisa menunjukan lokasi tempat tinggal mereka di goggle maps.  Melek teknologi, ternyata mereka.  Jarta, anaknya Kang Jali, diam saja, ketika saya ngobrol sama ayahnya.  Wajahnya lembut penuh senyum.  Jarta sering diajak berfoto oleh kawan-kawan di trip kali ini. Imut wajahnya. Khas anak kecil baduy dalam.

Naya lebih tua sedikit diatas Jarta, sekitar 10 tahunan. Aktif juga anaknya. Ngga mau diem. Aku sedikit memperhatikan tingkah laku Naya didepan rumahnya. Tempat aku Morgan, Bale, Rudy, Haerul, Pak Mul, Hendi dan Kausar menginap malam itu.  Dibaduy dalam di Cibeo. Naya terlihat seperti sedang mempraktekan gerakan ‘kamehame’ dikomik kungfu boy yang pernah kubaca.  

Apakah ia lihat tv? Sepertinya ngga pernah. Apakah ia lihat youtub? Bisa jadi, tapi aku ragu melihat gerakan kamehame di yutub. Kesimpulan sementara aku, ia melihat orang-orang dewasa di baduy dalam mempraktekan olah batin dan raga seperti itu..entahlah...mereka, penghuni baduy dalam masih diselimuti misteri bagi saya..

Rekan team kami, Bale, ditandu akibat terpeleset ketika keluar dari baduy.  Bale mengingatkan saya pada Panglima Besar Jendral Sudirman. Yang bergerilya melawan penjajah belanda, masuk keluar hutan dengan ditandu oleh pasukannya. Sudirman adalah jendral yang taat. Diceriterakan dalam biografinya, ia adalah serorang yang taat pada ajaran agamanya. Banyak cerita ajaib ketika beliau bergerilya di hutan-hutan. Salah satu yang kuketahui ialah ia lolos begitu saja, padahal ia sudah berhadap-hadapan dengan penjajah yang mencarinya. Penjajah meragukan bahwa ia Sudirman.


Tidur malam di rumah Naya yang sederhana namun kokoh,   saya menyukainya, rumah yang kurang lebih berukuran 10 x 10 meter. Rumah bilik bambu panggung, terasnya adalah susunan bambu dengan kurang lebih 3 undakan kayu tangga untuk naik. Hanya terdapat satu ruangan yang mungkin mengambil seperempat luas rumah itu. Tempat ibunya Naya memasak untuk kami. Hangat ruangan itu. Saya berkunjung juga ke rumah Kang Jali, ternyata tak jauh berbeda bentuk rumahnya dengan rumah Naya. Saya sempet bermimpi di rumah Naya itu, rumah itu blong ke sungai, terbuka luas kearah sungai. Saya menafsirkan mimpi itu seperti ini..”sepertinya saya harus keluar rumah untuk pipis malam ini”  tapi saya tahan-tahan, takut digigit ular. Gelap gulita bro. Entah kenapa saya tahan-tahan

Sebenarnya api disumbu minyak itu cukup untuk menerangi rumah Naya ini, ditambah tidur saya di sleeping bag ini, cukup hangat juga. Padahal naik Gunung Salak, Gunung Slamet dan Gunung Semeru dimalam hari ok ok aja. Entah kenapa, abis mimpi itu, sulit memejamkan mata lagi. Samar-samar terdengar ibunya Naya menyiapkan masakan.  Sepertinya udah mulai fajar fikirku.  Perlahan ngantuk lagi, tidur pulas sampe pagi.  Udah terang matahari aku keluar, pee di sungai belakang rumah Naya.

Aku beli dua botol madu kecil titipan ibu, beli gantungan kunci baduy buat anak-anak.

Mereka  sudah hidup ‘tawaazun’ ya Git.. hehe



www.tedigumelaran.blogspot.com

Selasa, 08 Februari 2022

Amazing shalat, keajaiban dan pentingnya shalat

 

Shalat is amazing & also important.  Shalat adalah ibadah lahir bathin. Ia adalah untuk kepentingan dunia dan akhirat. Shalat adalah untuk kehidupan dan untuk kematian kita. Tanpa shalat kita berada dalam kegelapan. Kegelapan disaat ini dan kegelapan di saat-saat nantinya.

                Shalat adalah peribadatan yang diperintah langsung oleh Allah SWT, Tuhan Semsta Alam, kepada Nabi Muhammad SAW, ketika beliau melakukan mi’raj.  Bertemu langsung dengan Allah dilangit ketujuh. Perjalanan mi’raj adalah perjalanan beliau SAW dari masjidil Al-Aqsa di Palestina ke langit ke tujuh untuk bertemu Allah. [disini saja kita sudah mendapatkan sesuatu yang sangat ajaib, amazing] bagaimana mungkin seorang manusia pada masa itu, 15 abad yang lampau bisa bepergian ke langit. Tapi itu terjadi. [ sebelum beliau melakukan mi’raj ini, beliau melakukan isro’, yaitu perjalanan dari masjidil haram di Mekkah ke masjidil Al-Aqsa di Palestina] mahasuci Allah.  Allah yang memperjalankan beliau. Ketika itu beliau saw didampingi oleh malaikat jibril AS.

                Perintah shalat ada didalam kitab suci Al-qur’an. ‘Wa aqiimushshalaat…’ ‘dan dirikanlah shalat..’. lalu rosulullah saw mencontohkan bagaimana cara mendirikan shalat itu. Dalam suatu hadist ‘shollu kamaa roaitu minni usholli..’ ‘shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat’.

                Shalat terdiri dari kegiatan, gerakan tubuh dan bacaan-bacaan dalam tiap gerakan sebagaimana biasa kita kerjakan.  Insyallah. Alhamdulillah. Dimana tidak hanya gerakan tubuh dan bacaan saja, tetapi hati kita juga berusaha menghayati apa yang kit abaca. Merasakan kita sedang berhadapan dengan Allah langsung.  Merintih, berdo’a, menghamba, menyerah langsung dihadapan Allah Yang Maha Berkuasa atas segalanya. Mengakui bahwa kita memasrahkan segala yang kita miliki kepada Allah dalam shalat itu.  Menenangkan hati kita ketika shalat itu. Mengistirahatkan hati kita dari segala hiruk pikuk nafsu jiwa manusia. Merendahkan serendah-rendahnya diri kita dihadapan Allah  Yang Maha Berkehendak atas diri kita manusia dan makhluk ciptaaan-Nya. Tiada daya dan kekuatan melaikan hanya dari Allah Yang Maha Agung.

                Tata cara shalat tersebut adalah mengikuti contoh rosul SAW.  Dalam suatu riwayat hadist, sahabat nabi sampai mengulang shalat 3x sampai bisa melakukan seperti nabi saw. Dalam hadist tersebut, digambarkan percakapan mungkin seperti berikut;

Sahabat : “shalat saya seperti itu ya rasul’

Nabi saw : “kamu belum shalat, bukan seperti itu shalat”

Lalu sahabat nabi ini mengulang shalatnya

Kata nabi saw : “kamu belum shalat, bukan seperti itu shalat”

Lalu sahabat nabi ini mengulang shalatnya

Setelah sahabat shalat, nabi saw lagi-lagi mengatakan “kamu belum shalat”.  Lalu sahabat tersebut berkata :”itu sudah semampu saya wahai nabi”. Lalu nabi saw mencontohkan gerakan shalat yang benar. Wallahu a’lam..

Sampai sekarang insyallah gerakan shalat tetap terjaga bentuknya, yaitu berdiri, ruku,I’tidal sujud, duduk diantara dua sujud dan duduk tasyahud. Semuanya dengan tuma’ninah (dengan ketenangan) karena Allah SWT sendirilah yang mengajarkan gerakan shalat tersebut kepada nabi saw. Dan nabi saw-pun mencontohkan berbagai macam variasi gerakan shalat. Bahkan  dalam al-qur’an langsung dijelaskan bagaimana shalat ketika posisi berperang.  Nabi mencontohkan shalat ketika sakit, shalat ketika duduk diperjalanan, shalat ketika berbaring. Nabi saw mencontohkan semuanya.  Allah swt maha mengetahui atas segalanya.

                Shalat juga menjadikan kita tetap hidup sampai saat ini. Ini suatu keajaiban untuk penulis pribadi. Merasakan Allah masih mengizinkan hidup penulis untuk shalat. Alhamdulillah orang tua yang mengajarkan shalat kepada penulis, shalat untuk mengikuti ajaran rosul Muhammad saw. Semoga Allah SWT selalu membimbing hamba-hamba-Nya …Aamiin…

                Bacaan-bacaan dalam shalat adalah suatu keajaiban-keajaiban yang banyak. Suatu bacaan-bacaan yang menunjukan suatu penghambaan kepada Yang Maha Agung.

Fahamilah arti bacaan-bacaan shalat, hayati maknanya dan pembaca pasti akan merasakan suatu keindahan, ketenangan, ketika melaksanakan shalat itu. Kegembiraan setelah melaksanakan shalat itu. Shalat lima waktu yang utama adalah shalat zuhur, asar, maghrib, isya dan subuh. Shalat-shalat yang lainnya adalah shalat sunah yang utama seperti tahajud, witir, tarawih (qiyamul lail di bulan ramadhan), shalat sunah qobliyah dan ba’diyah shalat fardu tadi, banyak macamnya. Shalat meminta hujan (shalat istisqo).  Marilah terus kita belajar memperbaiki pengetahuan kita tentang shalat dengan banyak membaca buku-buku karya ulama-ulama, perbaiki terus kualitas shalat kita.. sebagaimana kita terus memperbaiki kualitas hidup kita sebagaimana ayat ‘ wa aqiimushshalat’ tadi.. mengimplementasikan, mengejawantahkan shalat kita dalam hidup bergaul bersama manusia lainnya, bershabar dalam segala kondisi. Sebagaimana perintah Allah dalam Al-qur’an “perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bershabarlah didalam beribadah kepada-Nya”..”wa’muru ahlakum bishshalaat was tobir li ibaadatih..”.. berusahalah untuk menjadikan shalat adalah sebagai pengabdian, penghambaan yang sangat oleh kita sebagai abid, hamba kepada Allah Yang Berkuasa atas segalanya.. selalu berjamaah 5 waktu di masjid, adalah suatu kekayaan yang tak berhingga pemberian Allah SWT.. Al-Rajihi, seorang trilyuner arab Saudi, dimasa tuanya berusaha melakukan shalat 5 waktu secara berjama’ah. Pergi ke kantor, bekerja, kemana saja, pergi naik gunung, pergi sekolah sampai luar negeri jangan lupa shalat, datangi masjid-masjid, banyak masjid dibangun orang-orang muslim bahkan non muslim sekalipun.  Bagus-bagus, indah-indah masjid tersebut. Datangi shalat 5 waktu berjamaah. Atau bila sulit menemukan masjid, jadikanlah tanah Allah yang luas ini sebagai masjid.  Shalatlah di muka bumi Allah yang maha suci. Jadikan hati kita sebagai masjid. Tempat suci lahir bathin dalam hati kita..  allahumma sholli alla Muhammad

Sebelum shalat jangan lupa bersuci terlebih dahulu, toharoh, membersihakan jiwa raga kita dari segala urusan duniawi, ada bacaan-bacaan ketika kita berwudhu, atau mandi bila hadas besar.  Membaca basmallah kekita mencuci kedua tangan..

Jama’ah tabligh aktif mengajak kita untuk shalat 5 waktu berjama’ah di masjid.  Kita,muslim, saling melengkapi satu sama lain. Maknai terus shalat kita, bahwa shalat adalah ajaib dan penting untuk selalu kita kerjakan..   

#semoga bermanfaat.tadinya buat nulis dibuku

Jumat, 07 Januari 2022

Pre Order Buku Insyaallah Akan Terbit

 

nostalgia di Masjid Al-Hurriyyah, Kampus IPB Dramaga Bogor..

Masjid Al-Hurriyyah adalah rumah kita...dan saksi sejarah atas perjuangan kita dalam belajar dan mengajar nilai-nilai Islam dalam kehidupan....

Kisah-kisah yang ditulis di buku ini mudah-mudahan menjadi guru berharga buat kita semua...

Silahkan bagi yg mau ikutan PO buku ini kami buka mulai hari ini 7 Januari - Kamis 13 Januari 2022