Senin, 01 September 2008

Hubungan

Hubungan


Relationship, partnership, Hubungan
Aku berhubungan erat dengannya. Berarti aku menjalani suatu komunikasi intensif dengan seseorang. Hubungan ayah dan ibu. Hubungan seorang lelaki dan hubungan seorang wanita, berstatus hubungan suamidan istri. Hubungan seorang ayah dan anak lelakinya. Hubungan sorang ibu dengan anak lelakinya. Hubungan panjang dan berat tubuh seekor ikan, aku dahulu kuliah di Fakultas Perikanan IPB. Hubungan seseorang dengan dirinya sendiri yang berusaha ditemukannya. Hubungan manusia dengan Tuhannya. Sesuatu yang agung. Suatu bentuk hubungan yang harus dilalui oleh manusia. Manusia digiring untuk kembali berhubungan dengan Tuhan dalam segala hal kehidupan. Digiring-kembali-manusia-kepada-Tuhan. Tuhan-menggiring-manusia-kembali-padaNya. Lewat ujian-ujian hidup, manusia mengadukan permasalahannya kepada suatu Zat yang dianggap agung, berkuasa. Dan hal itu berputar-putar dikepala seorang anak manusia. Hal mengenai sesuatu yang berkuasa atas segalanya berputar-putar dikepala manusia. Manusia yang berfikir. Lalu manusia yang tak berfikir? Ia merasa. Merasakan segalanya bergerak-beraturan sesuai suatu kekuatan, kekuasaan yang mutlak. Lalu manusia-manusia yang dihancurkan Tuhan, karena mengingkari kekuasaan Tuhan? Kaum Sodom, Kaum Madyan, Pompeii, Kaum Bani Israil,? Hancur karena hubungan yang kurang baik, bahkan sangat tidak baik dengan Zat yang dianggap kuasa atas segalanya tadi.
Suatu bentuk hubungan yang tragis, ketika Tuhan menghancurkan negeri kaum Luth, suatu hubungan yang tragis ketika Tuhan meniupkan angin yang cukup dingin,, mmbekukan tubuh manusia-manusia ringkih, suatu bentuk hubungan yang tragis ketika Tuhan mengirimkan hujan batu kepada kaum yang ingkar, suatu bentuk hubungan yang menyayat hati dan memilukan ketika Tuhan memporak-porandakan dengan air banjir yang dahsyat, suatu bentuk hubungan yang tragis ketika manusia menantang Zat ketuhanan yang esa. Hubungan yang eratkan ketika itu? Ketika manusia sendiri yang menafikan utusan ketuhanan. Karena manusia sendiri yang tak yakin dengan utusan Tuhannya saat itu. Karena meyakini bentuk ketuhanan yang lainnya yang menurut saat itu lebih pemurah. Ada suatu bentuk pembangkangan disini. Suatu bentuk egoisme yang membatu, mengeras mengalahkan ketuhanan yang berkuasa, yang sesungguhnya ada dan berputar-putar dikepala manusia itu sendiri. Sesuatu yang sesungguhnya dicari oleh manusia, lalu ia masih mengegokan dirinya sendiri dihadapan apa yang sesungguhnya ia cari. Tak ada ketundukan, kepatuhan. Anda melihat hubungan apa?, ketika tsunami di Aceh memilukan nilai-nilai kemanusiaan yang lemah? Tunduk patuhlah pada Tuhan. Tunduk patuhlah, sujudlah kepadaNya. Karena Ia penguasa. Tuhan berkuasa disana. Tuhan mengejawantahkan diriNya disana. Tuhan mengingatkan kembali akan hubungan manusia dengan Tuhan. Manusia digiring kembali untuk berhubungan baik dengan Tuhan. Dengan Zat yang dianggap berkuasa, dengan Zat yang selalu menjadi pemikiran yang berputar-putar tadi dikepala manusia. Suatu bentuk hubungan yang agung antara manusia dengan Tuhan. Karena manusia berfikir dan merasa.

Hubungan. Hubungan manusia dengan Tuhan. Hubungan manusia dengan manusia lain, antara lain hubungan antara seorang anak dengan ayahnya, hubungan antara seorang anak dengan neneknya, hubungan antara seorang kakek dan nenek, hubungan antara seorang suami dan istrinya, hubungan antara satu manusia dan satu manusia lain.

Hubungan yang harmoniskah antara satu komponen dan komponen lainnya? Hubungan yang tragis, menyakitkan, menyayat ulu hati? Hubungan yang aneh? Hubungan yang dingin? Hubungan yang erat? Hubungan yang tak berhubungan sama sekali? Ga’ nyambung, walau dipaksakan, tidak akan ada hubungan apa-apa? Mungkin bentuk hubungan yang terakhir kusebutkan tadi yang menyebabkan begitu tragisnya suatu kaum diluluh-lantakkan oleh Zat Agung yang sebenarnya selalu berputar-putar dikepala anak manusia, ‘Siapasih Zat penguasa itu?’. Lalu Zat Agung tadi tak membutuhkan ciptaannya, manusia-manusia yang dihancurkan tadi. Zat Agung: ”Aku udah ga’ butuh mereka, waktu hidup mereka cukup sampai disana, untuk pelajaran bagi kelompok manusia lain sesudahnya”.
Tuhan mudah membuat kelompok, umat manusia yang taat, mengabdi kepada Zat Agung yang berputar-putar dikepala anak manusia. Tuhan mudah menggantikannya dengan mereka, manusia-manusia, yang patuh pada Zat yang sebelumnya tadi berputar-putar dikepala anak manusia. Lalu menjadikannya pewaris bumi. Hubungan yang indah dalam hal ini.

Hubungan. Hubungan antara manusia dengan dirinya. Hubungan seorang manusia dengan manusia lainnya. Hubungan antara seorang atasan dan bawahannya. Hubungan antara seorang majikan dengan pembantunya. Hubungan antara seorang pemimpin dengan yang dipimpinnya. Hubungan antara seorang lelaki dengan seorang wanita. Hubungan saling menyukai, hubungan cinta, hubungan saling membenci, hubungan yang tersambung kembali.
Hubungan yang aneh. Hubungan yang singkat, hubungan yang hanya dibatasi lokasi, hubungan hanya dalam hitungan jam yang menyenangkan lalu menyakitkan karena harus berpisah, hubungan dalam perjalanan yang menyenangkan, hubungan yang ....., hubungan yang......., hubungan yang ......,hubungan yang.........., hubungan yang menyakitkan, hubungan yang tragis, hubungan yang tak dimengerti oleh fikir dan tak dapat dirasai oleh perasaan, hubungan yang aneh, hubungan yang tak berbentuk. Hubungan ketuhanan dan kemanusiaan?


Sungguh, manusia selalu mencari hubungan-hubungan dalam segala hal. Anda belajar statistika, bagaimana suatu hubungan dibuatkan dalam analisis regresinya. Suatu hubungan independen dan hubungan dependent bersatu didalamnya, dalam regresi. Hubungan yang akhirnya dikuantitatifkan; hubungan kualitatif yang dikuantitatifkan; merumuskan sesuatu yang abstrak menjadi sesuatu yang dapat dikalkulasikan. Ahli statistik bisa ga’ meregresikan ketuhanan dan kemanusiaan? Sepertinya variabel bebas ialah ketuhanan dan veriabel tak bebas ialah kemanusiaan. Maaf.

Lebih enak menuliskan hubungan yang harmonis, hubungan cinta anak manusia, hubungan yang romantis, jauh dari kata-kata tragis, menyayat hati, memilukan dan rasa-rasa yang tak enak.


Hubungan. Berhubungan. Saling menyambung. Konek. Connect. Connection. Jaringan. Hubungan yang sambung-menyambung membentuk jaringan. Jaring-jaring. Interconection. Hubungan yang terbangun antar berbagai macam hubungan yang kait-mengait, bersatu-padu, internet. Hubungan. Hubungan kabel-kebel. Hubungan dengan media kabel, interkonection tadi. Kabel-kabel adalah hubungan tadi. Hubungan tanpa kabel, wireless. Berhubungan tapi tanpa media, ada, bentuk hubungan wireless, tanpa media. Hubungan harmonis, hubungan tak harmonis. Hubungan yang menyenangkan, hubungan yang tak menyenangkan.
Hubungan yang menyenangkan bersinergi, konstruktif, membangun suatu bentuk yang indah, nyaman, membahagiakan hubungan itu sendiri. Hubungan yang tak menyenangkan, saling merusak, destruktif menghancurkan segalanya, menihilkan, mengazab, mentragiskan, menyayat hati, memilukan, menyakitkan.
Hubungan yang harmonis, menyenangkan, menggairahkan, menyatukan gerak langkah, menghidupkan, membuat sesuatu terjadi, menciptakan, menyayangi, melindungi, menghormati, saling menjaga. Hubungan yang tidak harmonis, tidak konek, tidak menyenangkan, menyakitkan, membosankan, menghancurkan bangunan, mematikan, nol, memusnahkan, membenci, membiarkan, mengabaikan, mengacuhkan, saling membinasakan...

Hubungan ayah dan ibu seperti apa? Hubungan ayah dan anak seperti apa? Hubungan atasan bawahan seperti apa? Hubungan bos dan anak buah seperti apa? Hubungan bertetangga seperti apa? Konstruktif? Destruktif? Mutualisme? Parasitisme?

Hubungan. Hubungan manusia dan manusia lainnya. Hubungan seorang pria dan seorang wanita. Hubungan seorang suami dan seorang istri. Hubungan. Hubungan yang bersinergi. Hubungan yang baik. Konek satu sama lain. Tidak tercerai-berai, tidak mengeluarkan air mata, tidak terpecah, berkait-bersatu padu, sambung-menyambung, menyenangkan....


http://www.tedigumelaran.blogspot.com

Rabu, 20 Agustus 2008

Pola

Banyak pola yang ada di dalam kehidupan manusia. Pola yang baku adalah pola yang dibuat oleh Tuhan. Pola yang tak dimengerti dengan baik oleh manusia, dan manusia hanya menjalani pola yang Tuhan buat. Hampir setiap kita berusaha memahami pola yang dibuat oleh Tuhan, hampir setiap kita, manusia berusaha mengerti pola yang dibuat oleh Tuhan. Adakah manusia yang mengerti dengan baik pola yang dibuat oleh Tuhan Semesta Alam? Kufikir tak ada yang dapat mengerti dengan baik pola Tuhan. Lalu apa yang harus dijalani oleh manusia untuk mengerti dan memahami pola Tuhan? Rasanya ikuti saja apa kemauan Tuhan. Kufikir itu adalah pola yang dapat manusia buat terhadap pola Tuhan. Mengikuti dan patuh terhadap pola yang Tuhan inginkan.

Pola untuk sukses berbeda dengan pola menuju kegagalan. Pola untuk berhasil dalam hidup bebeda dengan pola untuk gagal dalam hidup. Pola untuk menjadi seorang guru, tentu berbeda dengan pola untuk menjadi seorang dokter. Untuk menjadi guru seseorang perlu sekolah di fakultas keguruan. Untuk menjadi seorang dokter seseorang perlu bersekolah di fakultas kedokteran. Lalu bagaimana halnya seseorang yang bersekolah di fakultas keguruan dan tidak menjadi guru? kufikir pola Tuhan yang bekerja disini. Bagaimana halnya seseorang yang bersekolah di fakultas kedokteran tidak menjadi dokter? pola Tuhan pula yang berlaku disini. Mungkin orang yang seharusnya jadi guru tadi lebih cocok menjadi seorang pedagang menurut Tuhan, karena lalu ia menjadi pedagang yang sukses. Mungkin orang yang akan jadi dokter tadi lebih cocok menjadi penulis. Siapa tahu sukses ia menjadi seorang penulis. Banyak contoh kasus seperti ini. Banyak pula yang sesuai dengan pola awalnya ia ingin menjadi apa. Anda mau berhitung; antara banyaknya orang-orang yang sesuai dengan pola awalnya dengan antara banyaknya orang-orang yang tidak sesuai dengan pola awalnya? aku berani bertaruh sepertinya bagian kedualah yang paling banyak terjadi.

Pola menuju keberhasilan atau kesuksesan ditentukan oleh sikap seseorang.

Rabu, 06 Agustus 2008

Bergerak

Bergerak bersama menghidupkan Islam di muka bumi
Islam yang meliputi kenyamanan hidup, kebersihan hidup, keteraturan, ketemtraman. Islam yang selamat dalam berbagai aspek hidup. Tidak ada penindasan manusia atas manusia lainnya. Penghormatan terhadap keyakinan manusia lain.

Sabtu, 02 Agustus 2008

Menjadi Tenang

Menjadi tenang
hening
diam
menyelami alam lingkungan sekitar kita
kalem
tidak gerasah-gerusuh
merasai kondisi sekitar
bergabung bersama

merasai hidup
merasai gerak
merasai gradasi waktu
kelam malam, fajar, pagi, waktu duha, siang, terik
sore, petang, malam, kelam malam

Kamis, 24 Juli 2008

Ngajar

saya belajar ngajar di sma maulana yusuf serang banten.
Udah dapet 3 hari. selasa, rabu dan kamis kemarin.
Jumlah total 12 jam mata pelajaran seminggu itu.
belajar
cuma belajar

Sabtu, 19 Juli 2008

woman

i do not understand anything about this...

upset
i feel upset..

Rabu, 16 Juli 2008

Diri

Aku mulai dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepadaMulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Kau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Amiin.
Anda tahu apa tentang diri Anda sendiri? Maaf , akupun memaksakan diri untuk menuliskan kata ini. Anda menguasai diri Anda sendiri? Yakin Anda menguasai diri? Aku tidak yakin dengan keyakinan Anda, mungkin lebih parah lagi aku tak yakin dengan diriku sendiri. Lalu kemana keyakinan akan aku, Anda dan mereka akan diarahkan? Aku rasa aku menuliskan sesuatu yang cukup berat untukku, Anda dan mereka, tiada daya dan upaya selain dengan pertolongan Allah. Anda mendapat apa yang kumaksudkan bukan?
[ok.. let’s back, why I would like to write about this ‘diri’]
Karena aku merasakan suatu kesulitan pengelolaan/penguasaan diri, aku merasa sulit mengatur diri, aku merasa sulit memenej diri, Anda mungkin dapat melihat hal yang sangat berbeda bila Anda hanya melihat wajah dan rupaku, maksudku tampak luarnya. Ada pepatah bukan dalam bahasa Inggris, do not judge a book by its cover. Terkadang aku ingin berteriak sekeras mungkin... aku pada akhirnya harus bersyukur kepada Tuhan karena Ia ‘membatalkannya’. Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Tiada daya dan upaya selain dengan pertolongan Allah.
Berbicara tentang diri, maha suci Allah, kita adalah suatu ciptaan yang sangat kompleks, [aku ingin mengolah kata sangat tersebut, Anda dapat memperdalamnya sendiri dengan tingkat kedalaman yang Anda miliki!][Dalam hal ini aku mengagumi ilmuwan yang sadar tentang keilmuwan mereka lalu mereka mengakui kemahabesaran Tuhan Pencipta Alam, kata-kata ini sangat kecil, tak berarti. Kuharap Anda memiliki rasa terdalam, mungkin dapat lebih sangat dalam dariku]
Apa yang dapat kuketahui tentang diri? [Rasanya aku ingin jadi ilmuwan aja deh yang bisa fokus di satu bidang lalu betul-betul mendalaminya dan menemukan sesuatu yang mengagumkan disana][kalimat tersulit...’Kau tak menemukan apapun dalam dirimu’]
.
.
.

[kumulai kembali]
Aku teringat dengan apa yang pernah dikatakan Rasul SAW ‘Kita baru saja pulang dari perang yang kecil, menuju perang yang besar, perang melawan diri kita sendiri’. Anda sepakat dengan beliau? Sejauh mana kesepakatan tersebut?
..
Ternyata.... Rosulpun, seorang manusia pilihan Tuhan merasa kesulitan melawan dirinya [perlu kugaris bawahi, tingkat kesulitan beliau dan tingkat kesulitan kita sangat berbeda jauh, banyak hal lain pula yang membedakan kita dan beliau SAW. coba Anda temukan banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut]
[Aku berfikir Anda, pembaca sekalian, yang masih setia sampai kalimat-kalimat ini kutulis, sedang tersenyum saat ini, am I right? Aku senang dengan Anda, sungguh Anda yang tersenyum, masih tersenyum sampai saat ini , terimalah pula senyumku untuk Anda]

Bila tak salah perang yang baru saja selesai beliau SAW dan sahabat hadapi adalah perang badar dengan kekuatan 300 orang melawan 1000 orang musuh beliau. Anda dapat membayangkan film ‘the last samurai’; pernah Anda tonton? Maaf, mari kita samakan dalam kuantitas saja. Ada banyak hal yang sangat berbeda dalam hal kualitas batin, Anda masih belum faham? Ada hubungan vertikal pada Rosul SAW dan para sahabat. [ok deh. Aku kesulitan mendeskripsikan kepayahan dalam perang badar tersebut. Sekali lagi coba deh Anda tonton film the last samurai][Baik ku coba lagi] Rosul dengan pasukannya yang sedikit dapat mengalahkan lawannya yang begitu jauh berbeda dalam hal kuantitas.[maaf. Inti yang ingin kusampaikan adalah, Perang yang sebegitu dahsyatnya. Anda membayangkan pedang-pedang beradu, kuda-kuda meringkik, darah-darah yang bertemu dengan pedang, mayat-mayat yang bergelimpangan, tubuh-tubuh penuh luka dan darah, bagian tubuh yang terpotong, tombak yang berseliweran, menancap pada punggung, perut, merobek kepala, pada tempat yang panas diantara gurun pasir di suatu masa. Sahabat rosul banyak yang terluka pada akhirnya terheran dengan ucapan rosul SAW setelah perang tadi, ‘Kita akan menghadapi perang yang lebih besar lagi’. Aku ajukan pertanyaan pada Anda, Seberapa jauh Anda bisa bertahan dengan diri Anda sendiri, dengan keinginan-keinginan yang memuncak suatu ketika akan suatu hal?
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepadaMulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka. Bukan jalan mereka yang kau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Amiin
Ya Allah. RahmatMulah yang kuharapkan, maka janganlah Kau biarkan sedetikpun aku mengurus diriku sendiri. Dan perbaikilah urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau.